FUNGSI ISLAMIC SCIENCES DALAM TEKNOLOGI LIVING QUR'AN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Living Qur’an yang awalnya berawal dari fenomena
Qur’an in Everyday life, yang mempunyai makna dan fungsi al-Qur’an yang
benar-benar dipahami serta yang juga dialami oleh masyarakat Muslim. Adapun
tokoh lain yang telah menyatakan tentang definisi dari living qur’an , seperti
The Living Qur’an sebenernya bermula
dari sebuah fenomena Qur’an in Everyday Life , yang bermakna “ makna dan fungsi
Al- Qur’an yang telah benar-benar
dipahami dan dialami masyarakat Muslim. Sedangkan menurut M. Yusuf menyatakan bahwa “respon sosial (realitas
terhadap Al-Qur’an dapat dikatakan Living Qur’an . Baik itu al-Qur’an dilihat
dari masyarakat sebagai ilmu yang (science) dalam wilayah profane disatu sisi
dan sebagai buku petunjuk dalam yang bernilai sacral disisi yang lain.
Sebagai seorang muslim yang mencintai kitab
suci Al-Qur’an, selain wajib untuk mengimaninya juga tidak ada keraguan
sedikitpun, juga dianjurkan untuk memahami bagaiman fungsi ulum alqur’an, ulum
at-tafsir, ulum al-hadis, ilmu ushul fiqh, ilmu tasawuf, ilmu kalam.sebagai
seorang muslim yang mencintai kitab suci Al-Qur’an, selain wajib untuk
mengimaninya juga tidak ada keraguan sedikitpun, juga dianjurkan untuk
mengamalkan bagaimana ilmu yang ada di dalamnya.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana fungsi ulum alqur’an dalam
living Qur’an?
2.
Bagaimana fungsi ulum at-tafsir
dalam living Qur’an?
3.
Bagaiaman fungsi ulum al-hadis dalam
living Qur’an?
4.
Bagaimana fungsi ilmu ushul fiqih dalam living Qur’an?
5.
Bagaimana fungsi ilmu tasawuf dalam
living Qur’an?
6.
Bagaimana fungsi ilmu kalam dalam
living Qur’an?
C.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.
Untuk mengetahui fungsi ulum
alqur’an.
2.
Untuk mengetahui fungsi ulum
at-tafsir.
3.
Untuk mengetahui fungsi ulum
al-hadis.
4.
Untuk mengetahui fungsi ilmu ushul
fiqh.
5.
Untuk mengetahui fungsi ilmu
tasawuf.
6.
Untuk mengetahui fungsi ilmu kalam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. FUNGSI ULUM ALQUR’AN DALAM LIVING QUR’AN
Ulumul qur’an adalah sejumlah pengetahuan ( ilmu ) yang berkaitan dengan al-qur’an baik secara umum seperti ilmu-ilmu agama islam dan Bahasa arab, dan secara khusus adalah kajian tentang al-qur’an seperti sebab turunnya al-qur’an,nuzulul qur’an,nasikh Mansukh,I’jaz,makki-madani,dan ilmu-ilmu lainnya. Secara garis besar, pokok bahasan ulumul qur’an terbagi menjadi dua aspek yaitu :
1.
Ilmu yang berhubungan dengan Riwayat
semata-mata,seperti ilmu yang mempelajari tentang jenis-jenis bacaan ( qira’at
),tempat dan waktu turun ayat-ayat atau surah al-qur’an dan sebab-sebab turunya
al-qur’an(asbabun nuzul).
2.
Ilmu yang berhubungan dengan
dirayah,yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara
mendalam,misalnya pemahaman terhadap lafaz yang asing serta mengetahui makna
ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum.
Fungsi ulum alqur’an yaitu untuk mengetahui arti-arti dari untaian
kaliamt alqur’an,penjelasan ayat-ayatnya dan keterangan makna-maknanya dan
hal-hal yang samar, Mengemukakan hukum-hukumnya dan melaksanakan tuntuannya
untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.[1]
B. FUNGSI ULUM AT-TAFSIR DALAM LIVING QUR’AN
Ulumut tafsir adalah ilmu yang membahas makna tertentu serta maksud dari ayat di dalam alqur’an sesuai dengan kemampuan manusia. Sejarah awal mula keilmuan tafsir ini adalah kajian tafsir sendiri yang pertama kali dipelajari oleh nabi Muhammad sejak pertama kali ayat al-qur’an diturunkan. Beliau mempelajari ayat alqur’an langsung dari allah swt dan juga malaikat Jibril. Selanjutnya beliau menyampaikannya kepada para sahabat melalui majelis yang diadakan.
Fungsi ulumut tafsir
yaitu untuk memahami isi alqur’an mengenai perintah mana yang baik dan mana
yang salah,mengetahui larangan, hingga kisah-kisah yang ada di alqur’an. Dengan
mengetahui dan paham,kita juga akan mampu menjauhi larangan hingga menjalankan
perintah dari sang pencipta dengan sepenuh kemampuan. Setelah tahu apa saja
yang baik dan buruk,kita juga berpikir Panjang saat hendak melakukan sesuatu (
berhati-hati).
C. FUNGSI ULUM AL-HADIS DALAM LIVING QUR’AN
Ulumul hadis adalah ilmu yang datang dari sumber berita yang disampaikan oleh nabi dalam segala bentuk,baik berupa perkataan,perbuatan,maupun sikap persetujuan yang berasal dari nabi.
Fungsi ulumul hadis yaitu untuk menjelaskan makna kandungan
alqur’an yang sangat dalam dan global [2] tetapi tidak menyelewang dari ajaran agama.
D.
FUNGSI ILMU
USHUL FIQH DALAM LIVING QUR’AN
Ilmu ushul fiqih adalah Ilmu ushul fiqh merupakan metodologi pemikiran Islam yang terpenting. Ia menampilkan dasar-dasar rasional bagi pemikiran Islam pengetahuan tentang dalil-dalil fiqh secara umum,cara memanfaatkannya,dan pengetahuan tentang orang yang memanfaatkan dalil-dalil tertentu.
Fungsi ilmu ushul fiqh yaitu untuk membantu memecahkan problem yang
dihadapi manusia dalam menangkap maksud tuhan,sehingga akhirnya ia akan dapat
menjalani hidup dengan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat kelak.[3]
E.
FUNGSI ILMU
TASAWUF DALAM LIVING QUR’AN
Fungsi ilmu tasawuf adalah membentuk jalan agar manusia dekat dengan
tuhannya dengan cara membahas banyak hal yang terkait bisikan hati dan
perubahan-perubahan didalamnya dengan kontrol Syariah. Selain itu,ilmu tasawuf
juga akan mengupas tentang ibadah yang murni karena allah[5].
F.
FUNGSI ILMU
KALAM DALAM LIVING QUR’AN
Fungsi ilmu kalam adalah untuk mempertahankan kebenaran keyakinan ajaran agama islam dan untuk menolak segala pemikiran yang sengaja merusak atau menolak keyakinan islam yang popular dengan terminology bid’ah. Memperkuat,membela,dan melindungi akidah islam dari berbagai penyimpangan yang tidak sesuai dengan agama. Mengajak umat islam lebih mengenal tuhannya secara rasional. Menopang nilai ajaran islam yang bersumber pada tiga pilar utama yaitu iman,islam,ihsan[6]
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan yang kami dapat sebagai pemakalah yakni mengetahui fungsi ulumul
qur’an yaitu untuk mengetahui arti-arti dari untaian kaliamt
alqur’an,penjelasan ayat-ayatnya dan keterangan makna-maknanya dan hal-hal yang
samar, Mengemukakan hukum-hukumnya dan melaksanakan tuntuannya untuk memperoleh
kebahagiaan dunia dan akhirat.
Adapun fungsi
At Tafsir yaitu untuk memahami isi alqur’an mengenai perintah mana yang baik
dan mana yang salah,mengetahui larangan, hingga kisah-kisah yang ada di
alqur’an. Dengan mengetahui dan paham,kita
juga akan mampu menjauhi larangan hingga menjalankan perintah dari sang
pencipta dengan sepenuh kemampuan. Setelah tahu apa saja yang baik dan
buruk,kita juga berpikir Panjang saat hendak melakukan sesuatu ( berhati-hati)
Adapun fungsi
Ulumul hadis yaitu untuk menjelaskan makna
kandungan alqur’an yang sangat dalam dan global
Fungsi ilmu ushul fiqh yaitu untuk membantu memecahkan problem yang
dihadapi manusia dalam menangkap maksud tuhan,sehingga akhirnya ia akan dapat
menjalani hidup dengan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat kelak
Fungsi ilmu tasawuf adalah membentuk jalan agar manusia dekat
dengan tuhannya dengan cara membahas banyak hal yang terkait bisikan hati dan
perubahan-perubahan didalamnya. Selain itu,ilmu tasawuf juga akan mengupas
tentang ibadah yang murni karena allah
Fungsi ilmu kalam adalah untuk mempertahankan kebenaran keyakinan
ajaran agama islam dan untuk menolak segala pemikiran yang sengaja merusak atau
menolak keyakinan islam yang popular dengan terminology bid’ah. Memperkuat,membela,dan
melindungi akidah islam dari berbagai penyimpangan yang tidak sesuai dengan
agama. Mengajak umat islam lebih mengenal tuhannya secara rasional. Menopang
nilai ajaran islam yang bersumber pada tiga pilar utama yaitu iman,islam,ihsan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid
Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2012).
Islamic Publishing House, (Cimahi: Gema Risalah Press,2018.
Amin, Samsul Munir , Ilmu Tasawuf,(Jakarta: Amzah, 2012).
Anani Muhyar, Ilmu Ushul Fiqih, dalam journal Al-Ihkam, Vol.
IV No. 2, Semarang: 2009, UIN Walisongo Semarang.
Meutia Farida, Tasawuf dan Implementasi di Era Modern, dalam journal
Substansia,Vol. 12 No.1, Banda Aceh: 2011,
IAIN Ar-Raniry.
Abdul Rozak & Rosihon Anwar, Ilmu Kalam, (Bandung: Pustaka
Setia, 2007).
[1] Islamic Publishing House, (Cimahi: Gema
Risalah Press,2018, blog awal
[2] Abdul
Majid Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2012), hal 25
[3] Muhyar
Fanani, Ilmu Ushul Fiqih, dalam journal Al-Ihkam, Vol. IV No. 2,
hal.199
[4] Meutia Farida, Tasawuf dan Implementasi
di Era Modern, dalam journal Substansia,Vol. 12 No.1 hal 106
[5] Samsul
Munir Amin, Ilmu Tasawuf,(Jakarta: Amzah, 2012), hal. 58-59
[6] Abdul
Rozak & Rosihon Anwar, Ilmu Kalam, (Bandung: Pustaka
Setia, 2007, h. 3.
Komentar
Posting Komentar